Sikapi Wacana Sertifikasi Muballigh, Haedar : Biarkan Muballigh Tumbuh Secara Kultural
Dibaca: 265
MUHAMMADIYAH.OR.ID, YOGYAKARTA – Menteri Agama RI, Lukman Hakim Saifuddin mengatakan bahwa Kementerian Agama akan menjadi fasilitator pembentukan standardisasi dan sertifikasi khatib dan muballigh. Hal itu terkait dengan isu adanya penceramah, khususnya khatib, yang dinilai mengancam persatuan umat.
Menanggapi wacana tersebut, Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Haedar Nashir, mengatakan tidak perlu adanya sertifikasi dan standarisasi khatib maupun muballigh, lebih-lebih ulama.
“Tidak perlu ada standarisasi maupun sertifikasi muballigh, biarkan itu tumbuh secara kultural,” imbuh Haedar, Kamis (9/2) saat ditemui redaksi Muhammadiyah.or.id selepas peletakan batu pertama pembangunan Grha Suara Muhammadiyah.
Bahkan, lanjut Haedar, saat Ia bertemu dengan Wapres Jufuf Kalla, Wapres mengatakan tugas dai, ustad dan lainnya itu lahir dari masyarakat yang kultural, yang seharusnya perlu dilakukan adalah meningkatkan kualitas dan memperbanyak da’i-da’i ke daerah-daerah, dan memperluas jangkauannya hingga ke pelosok negeri, agar bisa menjangkau umat yang perlu bimbingan keagamaan.
“Kalau dibuat standarisasi dan pakai seragam nanti malah jangan-jangan banyak umat yang tidak bisa terbina, gara-gara sertifikasi dan standarisasi yang maksudnya baik namun hasilnya menjadi tidak maslahat,” ungkap Haedar. (adam)
Tags: muhammadiyah, muballigh, sertifikasi, kultural
Arsip Berita