Jum'at, 02 Januari 2026

Adab Berbicara Dengan Senyum (2)

Manfaat Senyum

Profesor Hiromi Shinya dalam bukunya “The Enzyme Factor” menyatakan bahwa senyum, rasa bahagia, rasa senang dapat menstimulasi enzim yang bertanggungjawab atas kesehatan sel-sel tubuh yang pada akhirnya dapat mendorong kesehatan tubuh seseorang.

Di dalam tubuh kita ada hormon-hormon yang pengeluarannya bergantung kepada cara pandang kita. Hormon-hormon tersebut antara lain:

· Hormon adrenalin, diproduksi ketika takut

· Noradrenalin, diproduksi otak ketika cemas, stress, marah

· Beta endorfin: merupakan hormon kebahagiaan, diproduksi ketika menghadapi segala sesuatu dengan senyum dan pikiran positif.

Ketika kita marah, cemas, dan stres otak mengeluarkan noradrenalin. Ketika takut, adrenalin akan dikeluarkan. Kedua senyawa ini beracun. Noradrernalin dan adrenalin merupakan senyawa penyebab penyempitan pembuluh darah paling parah. Ketika dua jenis hormon ini dilepaskan dalam jumlah tertentu, tidak hanya penyempitan yang terjadi, tetapi juga penyumbatan pembuluh darah.

Cemas, stress, marah, takut pasti pernah dialami semua manusia. Sesekali tentu sangat manusiawi. Tetapi kalau sering dialami dan dilakukan tentu penyempitan pembuluh darah akan lebih sering terjadi. Lama-lama akan menimbulkan penyempitan permanen, yang pada gilirannya menyebabkan tekanan darah tinggi. Penyakit ini meningkatkan resiko terkena stroke. Bila penyempitan mengenai pembuluh darah koroner pada jantung, menyebabkan penyakit jantung koroner. Kedua jenis penyakit ini telah menjadi penyebab kematian nomor 1 di dunia.

Kecemasan, kemarahan, dan ketakutan adalah akibat respon negatif dari dalam diri seseorang. Menurut Dr. Shigeo Haruyama dalam bukunya The Miracle Of Endorphen, jika menanggapi sesuatu dengan penolakan, di dalam tubuh akan muncul zat-zat yang mempercepat proses penuaan dan pertumbuhan sel-sel kanker. Sebaliknya bila kita bereaksi secara positif dan bersyukur, organ memproduksi zat-zat yang akan membuat tubuh kita tetap awet muda dan sehat.

Ketika kita tersenyum dan menerima segala peristiwa secara positif, beta endorfin akan dikeluarkan. Hormon ini menjaga kita awet muda, meningkatkan daya tahan tubuh, mempertahankan kegembiraan suasana hati, dan mencegah penyakit kanker.

Berbicara kepada orang lain sambil tersenyum memberikan 2 manfaat sekaligus:

Manfaat pertama, untuk diri sendiri, yakni terangsangnya otak memerintahkan kelenjar penghasil hormon kebahagiaan mengeluarkan endorfin. Semakin banyak tersenyum, ketersediaan hormon kebahagiaan melimpah dalam tubuh kita. Melimpahnya hormon kebahagiaan endorfin menjadikan kita dapat menjalani hidup ini dengan penuh gairah, semangat, optimisme, dan sehat.

Manfaat kedua, orang yang kita ajak tersenyum rata-rata merespon dengan senyum juga. Mereka akan mendapatkan manfaat senyum sebagaimana didapatkan oleh yang mengajaknya. Hormon kebahagiaannya terpacu juga untuk keluar. Respon yang mereka lakukan memicu kebahagiaan yang besar lagi bagi yang mulai mengajaknya tersenyum sehingga pengeluaran hormon kebahagiaan lebih melimpah.

Dunia kita ini mengenal hukum tarik menarik: hal-hal yang serupa akan saling tarik menarik”. Dalam pengertian sederhana dalam hidup ini berarti: apa yang kita berikan, akan kita terima kembali. Apapun yang kita berikan dalam kehidupan ini adalah apa yang akan kita terima kembali.

Issac Newton (1643-1727), seorang matematikawan dan fisikawan hebat menyatakan bahwa untuk setiap aksi, muncul reaksi balas yang serupa”. Pernyataan tersebut dikenal sebagai Hukum Newton oleh para fisikawan. Hukum yang juga berlaku di luar ilmu fisika. Dalam al-Qur’an dinyatakan bawa “siapapun yang berbuat baik sekecil apapun (meskipun hanya seberat dzarrah) ia akan melihat akibatnya, dan siapapun berbuat buruk sekecil apapun (meskipun hanya seberat dzarrah) ia juga akan melihat akibatnya” (Qs. al-Zalzalah: ayat 7-8)

Orang yang suka marah, akan menarik orang-orang yang suka marah dalam kehidupannya. Orang yang suka berkata-kata kotor, akan menarik orang-orang yang suka berkata kotor pula dalam kehidupannya. Sebaliknya, orang-orang yang suka berbuat baik kepada orang lain, akan menarik orang-orang yang juga suka berbuat baik dalam kehidupannya. Setiap kebaikan yang kita lakukan pasti mendapatkan balasan berupa kebaikan, dan setiap keburukan yang kita lakukan pasti mendapatkan balasan berupa keburukan.

Dalam pergaulan sehari-hari, kedekatan seseorang dengan orang lain sangat dipengaruhi oleh adanya kesamaan-kesamaan di antara mereka. Semakin banyak kesamaannya, hubungan mereka lebih erat. Pertemanan mudah retak bila terdapat banyak perbedaan, dan pada kadar tertentu bisa bubar. Percekcokan, pertengkaran, permusuhan, dan bahkan peperangan bermula dari perbedaan-perbedaan.

Itulah sebagian hikmah berbicara dengan senyum. Manfaatnya besar bagi diri sendiri dan mampu menarik orang lain mendapatkan manfaat serupa dengan yang diperolehnya. Perbuatan ini menurut Rasulullah merupakan bagian dari perkara yang ma’ruf atau perkara yang baik. Baik bagi diri sendiri dan baik bagi orang lain.

Orang baik bukanlah orang yang hanya melakukan kebaikan untuk dirinya sendiri, tetapi juga menebarkan kebaikan bagi orang lain. Sabda beliau:”Sebaik-baik manusia adalah yang paling bermafaat bagi orang lain”.

Marilah kita contoh Rasulullah!

Hiasi pembicaraan kita dengan senyum dan senantiasa berpikiran positif. Insya Allah kita sedang melangkah menuju kesuksesan dunia akhirat!

 

 

 

 

Peenulis                         : Agus Sukaca

Sumber Artikel               : http://tuntunanislam.id/

Halaman Sebelumnya   : Adab Berbicara Dengan Senyum (1)

 

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *