Telah menceritakan kepada kami Abdullah, telah menceritakan kepada kami Muhammad bin Bakkar telah menceritakan kepada kami Abdul Hamid bin Bahram telah menceritakan kepada kami Syahr dari Ibnu Abbas dengan redaksi serupa. (HR Ahmad, 2384)
Berikut ini adalah bunyi ayat yang lengkap yang ada di dalam hadits di atas:
قُلْ مَنْ كَانَ عَدُوًّا لِجِبْرِيلَ فَإِنَّهُ نَزَّلَهُ عَلَى قَلْبِكَ بِإِذْنِ اللَّهِ مُصَدِّقًا لِمَا بَيْنَ يَدَيْهِ وَهُدًى وَبُشْرَى لِلْمُؤْمِنِينَ (97) مَنْ كَانَ عَدُوًّا لِلَّهِ وَمَلَائِكَتِهِ وَرُسُلِهِ وَجِبْرِيلَ وَمِيكَالَ فَإِنَّ اللَّهَ عَدُوٌّ لِلْكَافِرِينَ (98) وَلَقَدْ أَنْزَلْنَا إِلَيْكَ آيَاتٍ بَيِّنَاتٍ وَمَا يَكْفُرُ بِهَا إِلَّا الْفَاسِقُونَ (99) أَوَكُلَّمَا عَاهَدُوا عَهْدًا نَبَذَهُ فَرِيقٌ مِنْهُمْ بَلْ أَكْثَرُهُمْ لَا يُؤْمِنُونَ (100) وَلَمَّا جَاءَهُمْ رَسُولٌ مِنْ عِنْدِ اللَّهِ مُصَدِّقٌ لِمَا مَعَهُمْ نَبَذَ فَرِيقٌ مِنَ الَّذِينَ أُوتُوا الْكِتَابَ كِتَابَ اللَّهِ وَرَاءَ ظُهُورِهِمْ كَأَنَّهُمْ لَا يَعْلَمُونَ (101) – البقرة: 97 -101
97. Katakanlah: Barangsiapa yang menjadi musuh Jibril, maka Jibril itu telah menurunkannya (Al Qur’an) ke dalam hatimu dengan seizin Allah; membenarkan apa (kitab-kitab) yang sebelumnya dan menjadi petunjuk serta berita gembira bagi orang-orang yang beriman.
98. Barangsiapa yang menjadi musuh Allah, malaikat-malaikat-Nya, rasul-rasul-Nya, Jibril dan Mikail, maka sesungguhnya Allah adalah musuh orang-orang kafir.
99. Dan sesungguhnya Kami telah menurunkan kepadamu ayat-ayat yang jelas; dan tak ada yang ingkar kepadanya, melainkan orang-orang yang fasik.
100. Patutkah (mereka ingkar kepada ayat-ayat Allah), dan setiap kali mereka mengikat janji, segolongan mereka melemparkannya? Bahkan sebahagian besar dari mereka tidak beriman.
101. Dan setelah datang kepada mereka seorang Rasul dari sisi Allah yang membenarkan apa (kitab) yang ada pada mereka, sebahagian dari orang-orang yang diberi Kitab (Taurat) melemparkan Kitab Allah ke belakang (punggung) nya seolah-olah mereka tidak mengetahui (bahwa itu adalah Kitab Allah). [Qs al-Baqarah/2: 97-101]
Maka sekelompok Bani Isra’il itu memperoleh kemurkaan Allah ta’aala:
بِئْسَمَا اشْتَرَوْا بِهِ أَنْفُسَهُمْ أَنْ يَكْفُرُوا بِمَا أَنْزَلَ اللَّهُ بَغْيًا أَنْ يُنَزِّلَ اللَّهُ مِنْ فَضْلِهِ عَلَى مَنْ يَشَاءُ مِنْ عِبَادِهِ فَبَاءُوا بِغَضَبٍ عَلَى غَضَبٍ وَلِلْكَافِرِينَ عَذَابٌ مُهِينٌ (90) – البقرة: 90
Alangkah buruknya (perbuatan) mereka yang menjual dirinya sendiri dengan kekafiran kepada apa yang telah diturunkan Allah, karena dengki bahwa Allah menurunkan karunia-Nya kepada siapa yang dikehendaki-Nya di antara hamba-hamba-Nya. Karena itu mereka mendapat murka sesudah (mendapat) kemurkaan. Dan untuk orang-orang kafir siksaan yang menghinakan. (Qs al-Baqarah/2: 90)
(اذْكُرُوا) udzkuruu: ingatlah kamu.
Kata ini yang merupakan katakerja dari kata dasar dzikir (dzikr: ذكر) yang memiliki arti mengingat dan menyebut.
(نِعْمَتِيَ) ni’matiya: nikmatKu (Allah).
Kata nikmat di sini berarti segala macam nikmat. Kenikmatan (an-ni’mah: النعمة) di sini adalah kata benda jenis (isim jenis dalam istilah tata bahasa Arab) yang berarti segala macam kenikmatan (an-ni’am: النعم).
Nikmat dalam bahasa Arab mengandung arti kebutuhan hidupnya lebih dari sekedar tercukupi, dirasakan menyenangkan, keadaannya baik dan terasa mudah.
(الَّتِي أَنْعَمْتُ عَلَيْكُمْ) allatii an’amtu ‘alaikum: yang telah Aku anugerahkan kepadamu, yang telah Aku berikan nikmat itu kepadamu.
(وَأَوْفُوا بِعَهْدِي) wa aufuu bi-‘ahdii: dan penuhilah janjimu kepada-Ku.
Janji Bani Israil itu adalah mereka akan memeluk agama Islam. Hal ini bisa dilihat dalam dua ayat berikut:
وَوَصَّى بِهَا إِبْرَاهِيمُ بَنِيهِ وَيَعْقُوبُ يَا بَنِيَّ إِنَّ اللَّهَ اصْطَفَى لَكُمُ الدِّينَ فَلَا تَمُوتُنَّ إِلَّا وَأَنْتُمْ مُسْلِمُونَ (132) أَمْ كُنْتُمْ شُهَدَاءَ إِذْ حَضَرَ يَعْقُوبَ الْمَوْتُ إِذْ قَالَ لِبَنِيهِ مَا تَعْبُدُونَ مِنْ بَعْدِي قَالُوا نَعْبُدُ إِلَهَكَ وَإِلَهَ آبَائِكَ إِبْرَاهِيمَ وَإِسْمَاعِيلَ وَإِسْحَاقَ إِلَهًا وَاحِدًا وَنَحْنُ لَهُ مُسْلِمُونَ (133) – البقرة: 132، 133
132. Dan Ibrahim telah mewasiatkan ucapan itu kepada anak-anaknya, demikian pula Yakub (Isra’il). Ibrahim berkata: “Hai anak-anakku! Sesungguhnya Allah telah memilih agama ini bagimu, maka janganlah kamu mati kecuali dalam memeluk agama Islam”.
133. Adakah kamu hadir ketika Yakub kedatangan (tanda-tanda) maut, ketika ia berkata kepada anak-anaknya: “Apa yang kamu sembah sepeninggalku?” Mereka menjawab: “Kami akan menyembah Tuhanmu dan Tuhan nenek moyangmu, Ibrahim, Ismail dan Ishak, (yaitu) Tuhan Yang Maha Esa dan kami hanya tunduk patuh kepada-Nya (menjadi orang-orang Islam yang tunduk dan patuh kepada Allah ta’aala).” [Qs al-Baqarah/2: 132-133]
(أُوفِ بِعَهْدِكُمْ) Uufi bi-‘ahdikum: Aku akan penuhi janji-Ku kepadamu
(وَإِيَّايَ فَارْهَبُونِ) wa iyyaaya farhabuun: dan hanya kepada-Ku-lah kamu harus takut
Penulis : M. Yusron Asrofie
Sumber : http://tuntunanislam.id/
Halaman Sebelumnya : Antara Nikmat Dan Janji (1)........
Halaman Selanjutnya: Antara Nikmat Dan Janji (3).....
