Kamis, 01 Januari 2026

Antara Nikmat Dan Janji (3)

Nikmat-Nikmat yang Diberikan Allah kepada Bani Israil

  1. Mereka dibebaskan dari penindasan dan perbudakan yang dilakukan oleh Fir’aun dan para pengikutnya. Mereka juga diselamatkan dari kejaran Fir’aun dan bala tentaranya.
  2. Dalam perjalanan mengungsi (eksodus), mereka dinaungi dari sengatan matahari yang ditutup dengan awan oleh Allah ta’aala.
  3. Mereka diberi makanan berupa “manna” (makanan yang rasanya manis seperti madu) dan “salwa” (sejenis burung puyuh) serta hasil bumi lainnya.
  4. Mereka juga dinugerahi mata air oleh Allah ta’aala lewat batu yang dipukul dengan tongkat oleh Nabi Musa ‘alaihis salaam.
  5. Dosa-dosa mereka (Bani Israil zaman Nabi Musa) diampuni oleh Allah.
  6. Bani Israil pada zaman Nabi Musa diberi kelebihan oleh Allah dari umat lainnya. Harap diingat bahwa pada saat itu, mereka beriman dengan apa yang dibawa dan diajarkan oleh Nabi Musa. Artinya kelebihan itu karena mereka saat itu mau beriman dan menjadi orang Islam.
  7. Banyak para nabi itu berasal dari Bani Israil.
  8. Allah memberikan kepada Bani Israil kitab-kitab lewat Nabi Musa, Nabi Dawud dan juga Nabi ‘Isa, kekuasaan dan kenabian. Allah juga memberikan kepada mereka rezeki-rezeki yang baik

 

Berikut adalah ayat-ayat yang menjelaskan nikmat-nikmat Allah yang telah diberikan kepada Bani Israil: (dituliskan terjemahnya saja)

2:57. Dan Kami naungi kamu dengan awan, dan Kami turunkan kepadamu “manna” dan “salwa”. Makanlah dari makanan yang baik-baik yang telah Kami berikan kepadamu. Dan tidaklah mereka menganiaya Kami, akan tetapi merekalah yang menganiaya diri mereka sendiri.

2:58. Dan (ingatlah), ketika Kami berfirman: “Masuklah kamu ke negeri ini (Baitul Maqdis), dan makanlah dari hasil buminya, yang banyak lagi enak di mana yang kamu sukai, dan masukilah pintu gerbangnya sambil bersujud, dan katakanlah: “Bebaskanlah kami dari dosa”, niscaya Kami ampuni kesalahan-kesalahanmu. Dan kelak Kami akan menambah (pemberian Kami) kepada orang-orang yang berbuat baik”.

2:60. Dan (ingatlah) ketika Musa memohon air untuk kaumnya, lalu Kami berfirman: “Pukullah batu itu dengan tongkatmu”. Lalu memancarlah daripadanya dua belas mata air. Sungguh tiap-tiap suku telah mengetahui tempat minumnya (masing-masing) Makan dan minumlah rezeki (yang diberikan) Allah, dan janganlah kamu berkeliaran di muka bumi dengan berbuat kerusakan.

5:20. Dan (ingatlah), ketika Musa berkata kepada kaumnya: “Hai kaumku, ingatlah nikmat Allah atasmu ketika Dia mengangkat nabi-nabi di antaramu, dan dijadikan-Nya kamu orang-orang merdeka, dan diberikan-Nya kepadamu apa yang belum pernah diberikan-Nya kepada seorang pun di antara umat-umat yang lain”.

20:80. Hai Bani Israel, sesungguhnya Kami telah menyelamatkan kamu sekalian dari musuhmu, dan Kami telah mengadakan perjanjian dengan kamu sekalian (untuk munajat) di sebelah kanan gunung itu dan Kami telah menurunkan kepada kamu sekalian manna dan salwa.

26:59. Demikianlah halnya dan Kami anugerahkan semuanya (itu) kepada Bani Israel.

26:60. Maka Firaun dan bala tentaranya dapat menyusul mereka di waktu matahari terbit.

26:61. Maka setelah kedua golongan itu saling melihat, berkatalah pengikut-pengikut Musa: “Sesungguhnya kita benar-benar akan tersusul”.

26:62. Musa menjawab: “Sekali-kali tidak akan tersusul; sesungguhnya Tuhanku besertaku, kelak Dia akan memberi petunjuk kepadaku”.

26:63. Lalu Kami wahyukan kepada Musa: “Pukullah lautan itu dengan tongkatmu”. Maka terbelahlah lautan itu dan tiap-tiap belahan adalah seperti gunung yang besar.

26:64. Dan di sanalah Kami dekatkan golongan yang lain.

26:65. Dan Kami selamatkan Musa dan orang-orang yang besertanya semuanya.

26:66. Dan Kami tenggelamkan golongan yang lain itu.

2:47. Hai Bani Israel, ingatlah akan nikmat-Ku yang telah Aku anugerahkan kepadamu dan (ingatlah pula) bahwasanya Aku telah melebihkan kamu atas segala umat.

2:122. Hai Bani Israel, ingatlah akan nikmat-Ku yang telah Ku-anugerahkan kepadamu dan Aku telah melebihkan kamu atas segala umat.

19:58. Mereka itu adalah orang-orang yang telah diberi nikmat oleh Allah, yaitu para nabi dari keturunan Adam, dan dari orang-orang yang Kami angkat bersama Nuh, dan dari keturunan Ibrahim dan Israel, dan dari orang-orang yang telah Kami beri petunjuk dan telah Kami pilih. Apabila dibacakan ayat-ayat Allah Yang Maha Pemurah kepada mereka, maka mereka menyungkur dengan bersujud dan menangis.

19:59. Maka datanglah sesudah mereka, pengganti (yang jelek) yang menyia-nyiakan salat dan memperturutkan hawa nafsunya, maka mereka kelak akan menemui kesesatan.

19:60. Kecuali orang yang bertobat, beriman dan beramal saleh, maka mereka itu akan masuk surga dan tidak dianiaya (dirugikan) sedikit pun.

45:16. Dan sesungguhnya telah Kami berikan kepada Bani Israel Al Kitab (Taurat), kekuasaan dan kenabian dan Kami berikan kepada mereka rezeki-rezeki yang baik dan Kami lebihkan mereka atas bangsa-bangsa (pada masanya).

57:26. Dan sesungguhnya Kami telah mengutus Nuh dan Ibrahim dan Kami jadikan kepada keturunan keduanya kenabian dan Al Kitab, maka di antara mereka ada yang menerima petunjuk dan banyak di antara mereka fasik.

 

Bani Israil adalah Bangsa yang Diberi Kelebihan

Ada anggapan dari sementara orang bahwa Bani Israil adalah “bangsa yang terpilih”.  Pikiran semacam ini beserta hal yang menyertainya yang berupa kemulyaan bangsa itu, mendorong orang-orang  dari Bani Israil untuk membikin permusuhan, mengambil keuntungan dari orang lain, merendahkan oarang lain dengan berbuat durhaka dan dosa karena keyakinan atas kelebihan ini.

Al-Qur’an sendiri memang mengisyaratkan akan adanya kelebihan kemulyaan Bani Israil tetapi berbeda dengan pemahaman Bani Israil sendiri.  Al-Qur’an menyatakan:

يَا بَنِي إِسْرَائِيلَ اذْكُرُوا نِعْمَتِيَ الَّتِي أَنْعَمْتُ عَلَيْكُمْ وَأَنِّي فَضَّلْتُكُمْ عَلَى الْعَالَمِينَ (47) وَاتَّقُوا يَوْمًا لَا تَجْزِي نَفْسٌ عَنْ نَفْسٍ شَيْئًا وَلَا يُقْبَلُ مِنْهَا شَفَاعَةٌ وَلَا يُؤْخَذُ مِنْهَا عَدْلٌ وَلَا هُمْ يُنْصَرُونَ (48) – البقرة/47، 48

47. Hai Bani Israel, ingatlah akan nikmat-Ku yang telah Aku anugerahkan kepadamu dan (ingatlah pula) bahwasanya Aku telah melebihkan kamu di atas alam semesta.

48. Dan jagalah dirimu dari (`azab) hari (kiamat, yang pada hari itu) seseorang tidak dapat membela orang lain, walau sedikit pun; dan (begitu pula) tidak diterima syafa`at dan tebusan daripadanya, dan tidaklah mereka akan ditolong. [Qs al-Baqarah/2: 47-48]

Yang perlu diperhatikan dalam ayat di atas atas bunyi  “melebihkan kamu di atas alam semesta“ maksudnya adalah pada zaman itu, maksudnya zaman Nabi Musa, dan seterusnya dengan banyak diangkatnya para nabi dan juga diturunkannya Kitab Taurat dan Injil. (Lihat Tafsir al-Muyassar dan Aysar al-Tafaasir).

Pada zaman Nabi Musa, maka kelebihan Bani Israil adalah ketika dibandingkan dengan Fir’aun dan para pengikutnya, bukan kelebihan Bani Israil atas orang-orang Mukmin  pada umumnya yang taat menjalankan ajaran Islam dengan benar dan baik. Allah memberi kelebihan kepada Bani Israil pada zaman Nabi Musa adalah karena mereka itu kaum yang teraniaya (kaum yang dizalimi) oleh Fir’aun dan pengikutnya.

وَنُرِيدُ أَنْ نَمُنَّ عَلَى الَّذِينَ اسْتُضْعِفُوا فِي الْأَرْضِ وَنَجْعَلَهُمْ أَئِمَّةً وَنَجْعَلَهُمُ الْوَارِثِينَ  – القصص/5

Dan Kami hendak memberi karunia kepada orang-orang yang tertindas di bumi (Mesir) itu dan hendak menjadikan mereka pemimpin dan menjadikan mereka orang-orang yang mewarisi (bumi). [Qs al-Qashash/28: 5]

وَأَوْرَثْنَا الْقَوْمَ الَّذِينَ كَانُوا يُسْتَضْعَفُونَ مَشَارِقَ الْأَرْضِ وَمَغَارِبَهَا الَّتِي بَارَكْنَا فِيهَا وَتَمَّتْ كَلِمَةُ رَبِّكَ الْحُسْنَى عَلَى بَنِي إِسْرَائِيلَ بِمَا صَبَرُوا وَدَمَّرْنَا مَا كَانَ يَصْنَعُ فِرْعَوْنُ وَقَوْمُهُ وَمَا كَانُوا يَعْرِشُونَ – الأعراف/137

Dan Kami pusakakan kepada kaum yang telah ditindas itu, negeri-negeri bahagian timur bumi dan bahagian baratnya yang telah Kami beri berkah padanya. Dan telah sempurnalah perkataan Tuhanmu yang baik (sebagai janji) untuk Bani Israel disebabkan kesabaran mereka. Dan Kami hancurkan apa yang telah dibuat Firaun dan kaumnya dan apa yang telah dibangun mereka. (Qs al-A’raf/7: 137)

Dua ayat di atas hendaknya difahami bahwa kelebihan terhadap Bani Israil yang diberikan oleh Allah itu tidak bersifat person atau jenis suku bangsa,  tetapi pemberian kelebihan suatu bangsa atas bangsa yang lain itu adalah berdasar kualitas perbuatan bangsa itu. Afif ‘Abd al-Fattah Tobbarah, Al-Yahud fi al-Qur’an, cet. Ke X, Beirut: Dar al-‘ilm lil-Malayin, 1984, , hlm. 39.

Ayat yang pertama di atas disusul dengan ayat lainnya yang memberi peringatan kepada Bani Israil agar tidak merubah nikmat itu menjadi suatu malapetaka, karena orang atau bangsa itu akan diberi balasan berdasar apa yang diperbuatnya:

وَاتَّقُوا يَوْمًا لَا تَجْزِي نَفْسٌ عَنْ نَفْسٍ شَيْئًا وَلَا يُقْبَلُ مِنْهَا شَفَاعَةٌ وَلَا يُؤْخَذُ مِنْهَا عَدْلٌ وَلَا هُمْ يُنْصَرُونَ  – البقرة/48.

Dan jagalah dirimu dari (`azab) hari (kiamat, yang pada hari itu) seseorang tidak dapat membela orang lain, walau sedikit pun; dan (begitu pula) tidak diterima syafa`at dan tebusan daripadanya, dan tidaklah mereka akan ditolong. (Qs al-Baqarah/2: 48)

Dengan kata berupa tafsiran sekaligus ayat di atas adalah: Wahai Bani Israil hati-hatilah akan terjadinya Hari Kiamat yang di situ nanti akan ada hisab atau perhitungan amal perbuatan baik atau buruk. Hari Kiamat adalah hari di mana seseorang tidak bisa berbuat apa-apa terhadap orang lain seperti menghilangkan dosa, dan tidak pula diterima orang yang dating memberi syafaat (pertolongan). Juga dari orang lain tidak akan bias diterima tebusan atau pengganti untuk membayar kejahatannya. Demikian pula orang tidak bisa menolak sebuah siksa terjadi kepada orang yang berhak menerima.

 

Janji kepada Bani Israil

Berikut adalah ayat-ayat yang menjelaskan  janji Allah kepada Bani Israil dan juga janji Bani Israil kepada ayahandanya Nabi Ya’qub.

وَإِذِ ابْتَلَى إِبْرَاهِيمَ رَبُّهُ بِكَلِمَاتٍ فَأَتَمَّهُنَّ قَالَ إِنِّي جَاعِلُكَ لِلنَّاسِ إِمَامًا قَالَ وَمِنْ ذُرِّيَّتِي قَالَ لَا يَنَالُ عَهْدِي الظَّالِمِينَ  – البقرة: 124

Dan (ingatlah), ketika Ibrahim diuji Tuhannya dengan beberapa kalimat (perintah dan larangan), lalu Ibrahim menunaikannya. Allah berfirman: “Sesungguhnya Aku akan menjadikanmu imam bagi seluruh manusia”. Ibrahim berkata: “(Dan saya mohon juga) dari keturunanku”. Allah berfirman: “Janji-Ku (ini) tidak mengenai orang-orang yang lalim“. (Qs al-Baqarah/2: 124)

Keturunan Nabi Ibrahim di sini bisa berlaku  dari jalur Nabi Ya’qub dan anak keturunannya. Ayat beriku memperjelas wasiyat Nabi Ibrahim kepada anak-anaknya, begitu pula wasiyat Nabi Ya’qub.

وَوَصَّى بِهَا إِبْرَاهِيمُ بَنِيهِ وَيَعْقُوبُ يَا بَنِيَّ إِنَّ اللَّهَ اصْطَفَى لَكُمُ الدِّينَ فَلَا تَمُوتُنَّ إِلَّا وَأَنْتُمْ مُسْلِمُونَ (132) أَمْ كُنْتُمْ شُهَدَاءَ إِذْ حَضَرَ يَعْقُوبَ الْمَوْتُ إِذْ قَالَ لِبَنِيهِ مَا تَعْبُدُونَ مِنْ بَعْدِي قَالُوا نَعْبُدُ إِلَهَكَ وَإِلَهَ آبَائِكَ إِبْرَاهِيمَ وَإِسْمَاعِيلَ وَإِسْحَاقَ إِلَهًا وَاحِدًا وَنَحْنُ لَهُ مُسْلِمُونَ (133) – البقرة: 132، 133

132. Dan Ibrahim telah mewasiatkan ucapan itu kepada anak-anaknya, demikian pula Yakub (Isra’il). Ibrahim berkata: “Hai anak-anakku! Sesungguhnya Allah telah memilih agama ini bagimu, maka janganlah kamu mati kecuali dalam memeluk agama Islam”.

133. Adakah kamu hadir ketika Yakub kedatangan (tanda-tanda) maut, ketika ia berkata kepada anak-anaknya: “Apa yang kamu sembah sepeninggalku?” Mereka menjawab: “Kami akan menyembah Tuhanmu dan Tuhan nenek moyangmu, Ibrahim, Ismail dan Ishak, (yaitu) Tuhan Yang Maha Esa dan kami hanya tunduk patuh kepada-Nya.” [Qs al-Baqarah/2: 132-133]

وَإِذْ أَخَذْنَا مِيثَاقَ بَنِي إِسْرَائِيلَ لَا تَعْبُدُونَ إِلَّا اللَّهَ وَبِالْوَالِدَيْنِ إِحْسَانًا وَذِي الْقُرْبَى وَالْيَتَامَى وَالْمَسَاكِينِ وَقُولُوا لِلنَّاسِ حُسْنًا وَأَقِيمُوا الصَّلَاةَ وَآتُوا الزَّكَاةَ ثُمَّ تَوَلَّيْتُمْ إِلَّا قَلِيلًا مِنْكُمْ وَأَنْتُمْ مُعْرِضُونَ  – البقرة: 83

Dan (ingatlah), ketika Kami mengambil janji dari Bani Israel (yaitu): Janganlah kamu menyembah selain Allah, dan berbuat baiklah kepada ibu bapak, kaum kerabat, anak-anak yatim, dan orang-orang miskin, serta ucapkanlah kata-kata yang baik kepada manusia, dirikanlah salat dan tunaikanlah zakat. Kemudian kamu tidak memenuhi janji itu, kecuali sebahagian kecil daripada kamu, dan kamu selalu berpaling. (Qs al-Baqarah/2: 83)

 

Penulis                        : M. Yusron Asrofie

Sumber                       : http://tuntunanislam.id/

Halaman Sebelumnya: Antara Nikmat Dan Janji (2)......

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *