Rububiyah adalah kata yang dinisbatkan kepada salah satu nama Allah SWT, yaitu Rabb. Nama ini mempunyai beberapa arti, antara lain: al-murabbi (pemelihara), an-nashir (penolong), al-malik (pemilik), al-mushlih ( yang memperbaiki), as-sayyid (tuan) dan al-wali (pemimpin)
Dalam terminologi syariat Islam, istilah tauhid rububiyah berarti ” Meyakini bahwa hanya Allah satu-satunya Pencipta, Pemilik, Pengendali alam raya yang dengan takdir-Nya Ia menghidupkan dan mematikan serta mengendalikan alam dengan sunnah-sunnah-Nya”.
Dalam pengertian ini istilah Tauhid Rububiyah tidak terlepas dari makna bahasanya. Allah adalah Pemelihara makhluk, para rasul dan wali-wali-Nya dengan segala spesifikasi yang telah diberikannya kepada mereka. Rezeki-Nya meliputi semua hamba-Nya. Dia-lah penolong rasul-rasul dan wali-wali-Nya, Pemilik seluruh makhluk-Nya, Yang senantiasa memperbaiki keadaan mereka dengan pilar-pilar kehidupan yang telah diberikannya kepada mereka, Penguasa dan Pelindung seluruh makhluk-Nya.
Dapat disimpulkan, Tauhid Rububiyah mencakup dimensi-dimensi keimanan sebagai berikut:
1). Beriman kepada Dzat Allah.
2). Beriman kepada perbuatan-perbuatan (af’al) Allah yang bersifat umum, Misalnya, menciptakan, memberi rezeki, menghidupkan, mematikan, menguasai, dan lain-lain.
3). Beriman kepada takdir Allah.
Keteraturan semua urusan alam juga kerapiannya adalah bukti paling kuat yang menunjukkan bahwa pengatur alam ini hanya Tuhan yang satu, yang tidak bersekutu atau pun berseteru.
Allah swt berfirman:
مَا اتَّخَذَ اللَّهُ مِنْ وَلَدٍ وَمَا كَانَ مَعَهُ مِنْ إِلَهٍ إِذًا لَذَهَبَ كُلُّ إِلَهٍ بِمَا خَلَقَ وَلَعَلَا بَعْضُهُمْ عَلَى بَعْضٍ سُبْحَانَ اللَّهِ عَمَّا يَصِفُونَ – المؤمنون : 91
Allah sekali-kali tidak mempunyai anak, dan sekali-kali tidak ada Tuhan (yang lain) beserta-Nya, kalau ada Tuhan beserta-Nya, masing-masing Tuhan itu akan membawa makhluk yang diciptakannya, dan sebagian dari tuhan-tuhan itu akan mengalahkan sebagian yang lain. Maha suci Allah dari apa yang mereka sifatkan itu. (Qs. al-Mukminun: 91)
Beberapa firman Allah SWT yang menjelaskan Keesaan-Nya pada aspek Rububiyyah-Nya adalah:
- Keesaan Allah sebagai Pencipta alam semesta.
اللَّهُ خَالِقُ كُلِّ شَيْءٍ وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ وَكِيلٌ (62) – الزمر : 62
“Allah menciptakan segala sesuatu dan Dia memelihara segala sesuatu“. (Qs. az-Zumar: 62)
أَلَا لَهُ الْخَلْقُ وَالْأَمْرُ – الأعراف : 54
“Ingatlah (ketahuilah) menciptakan dan memerintah hanyalah hak Allah.” (Qs. al-A’raaf: 54).
2. Keesaan Allah sebagai Pemelihara alam semesta.
إِنَّ رَبِّي عَلَى كُلِّ شَيْءٍ حَفِيظٌ – هود:57
“ Sesungguhnya Tuhanku adalah Maha Pemelihara segala sesuatu”. (Qs.Hud: 57)
3. Keesaan Allah sebagai Pemberi rezeki.
يَا أَيُّهَا النَّاسُ اذْكُرُوا نِعْمَتَ اللَّهِ عَلَيْكُمْ هَلْ مِنْ خَالِقٍ غَيْرُ اللَّهِ يَرْزُقُكُمْ مِنَ السَّمَاءِ وَالْأَرْضِ لَا إِلَهَ إِلَّا هُوَ فَأَنَّى تُؤْفَكُونَ – فاطر :3
Hai manusia, ingatlah akan nikmat Allah kepadamu. Adakah Pencipta selain Allah yang dapat memberikan rezki kepada kamu dari langit dan bumi ? tidak ada Tuhan selain dia; Maka Mengapakah kamu berpaling (dari ketauhidan) (Qs. Faathir: 3).
4. Keesaan Allah sebagai Pemilik alam semesta.
وَلِلَّهِ مُلْكُ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ وَاللَّهُ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ – آل عمران : 189
Kepunyaan Allah-lah kerajaan langit dan bumi, dan Allah Maha Perkasa atas segala sesuatu. [QS. Ali ‘Imran: 189].
5. Keesaan Allah sebagai Pengelola alam semesta,
إِنَّ رَبَّكُمُ اللَّهُ الَّذِي خَلَقَ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضَ فِي سِتَّةِ أَيَّامٍ ثُمَّ اسْتَوَى عَلَى الْعَرْشِ يُدَبِّرُ الْأَمْرَ مَا مِنْ شَفِيعٍ إِلَّا مِنْ بَعْدِ إِذْنِهِ ذَلِكُمُ اللَّهُ رَبُّكُمْ فَاعْبُدُوهُ أَفَلَا تَذَكَّرُونَ – يونس:3
Sesungguhnya Tuhan kamu ialah Allah Yang menciptakan langit dan bumi dalam enam masa, kemudian Dia bersemayam di atas Arasy untuk mengatur segala urusan. Tiada seorang pun yang akan memberi syafaat kecuali sesudah ada izin-Nya. (Zat) yang demikian itulah Allah, Tuhan kamu, maka sembahlah Dia. Maka apakah kamu tidak mengambil pelajaran. (Qs. Yunus: 3)
إِنَّ رَبَّكُمُ اللَّهُ الَّذِي خَلَقَ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضَ فِي سِتَّةِ أَيَّامٍ ثُمَّ اسْتَوَى عَلَى الْعَرْشِ يُغْشِي اللَّيْلَ النَّهَارَ يَطْلُبُهُ حَثِيثًا وَالشَّمْسَ وَالْقَمَرَ وَالنُّجُومَ مُسَخَّرَاتٍ بِأَمْرِهِ أَلَا لَهُ الْخَلْقُ وَالْأَمْرُ تَبَارَكَ اللَّهُ رَبُّ الْعَالَمِينَ – الأعراف : 54
Sesungguhnya Tuhan kamu ialah Allah yang telah menciptakan langit dan bumi dalam enam masa, lalu Dia bersemayam di atas ‘Arsy. Dia menutupkan malam kepada siang yang mengikutinya dengan cepat, dan (diciptakan-Nya pula) matahari, bulan dan bintang-bintang (masing-masing) tunduk kepada perintah-Nya. Ingatlah, menciptakan dan memerintah hanyalah hak Allah. Maha suci Allah, Tuhan semesta alam. (Qs. al-A’raf: 54)
6. Keesaan Allah sebagai Pemberi manfaat dan madlarat
لَئِنْ سَأَلْتَهُمْ مَنْ خَلَقَ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضَ لَيَقُولُنَّ اللَّهُ قُلْ أَفَرَأَيْتُمْ مَا تَدْعُونَ مِنْ دُونِ اللَّهِ إِنْ أَرَادَنِيَ اللَّهُ بِضُرٍّ هَلْ هُنَّ كَاشِفَاتُ ضُرِّهِ أَوْ أَرَادَنِي بِرَحْمَةٍ هَلْ هُنَّ مُمْسِكَاتُ رَحْمَتِهِ قُلْ حَسْبِيَ اللَّهُ عَلَيْهِ يَتَوَكَّلُ الْمُتَوَكِّلُونَ – الزمر : 38
Dan sungguh jika kamu bertanya kepada mereka: “Siapakah yang menciptakan langit dan bumi?”, niscaya mereka menjawab: “Allah”. Katakanlah: “Maka Terangkanlah kepadaku tentang apa yang kamu seru selain Allah, jika Allah hendak mendatangkan kemudharatan kepadaKu, Apakah berhala-berhalamu itu dapat menghilangkan kemudharatan itu, atau jika Allah hendak memberi rahmat kepadaKu, Apakah mereka dapat menahan rahmatNya?. Katakanlah: “Cukuplah Allah bagiku”. kepada- Nyalah bertawakkal orang-orang yang berserah diri. (Qs. az-Zumar: 38)
Penulis : Zaini Munir Fadloli
Sumber : http://tuntunanislam.id/
Halaman Selanjutnya: Memahami Tauhid Rububiyah (2).......
