Kamis, 01 Januari 2026

Tuntunan Berqurban (3)

Penyembelihan Hewan Qurban

1. Waktu Menyembelih Hewan Qurban

Waktu  yang ditetapkan  untuk  pelaksanaan  penyembelihan  hewan Qurban  adalah  sejak  selesai  shalat  Idul  Adha  tanggal  10  Dzulhijjah  sampai terbenam  matahari pada tanggal 13 Dzulhijjah. Hal ini didasarkan pada dalil-dalil berikut:

لِّيَشۡهَدُواْ مَنَـٰفِعَ لَهُمۡ وَيَذۡڪُرُواْ ٱسۡمَ ٱللَّهِ فِىٓ أَيَّامٍ۬ مَّعۡلُومَـٰتٍ عَلَىٰ مَا رَزَقَهُم مِّنۢ بَهِيمَةِ ٱلۡأَنۡعَـٰمِۖ فَكُلُواْ مِنۡہَا وَأَطۡعِمُواْ ٱلۡبَآٮِٕسَ ٱلۡفَقِيرَ -٢٨

…  Supaya  mereka  mempersaksikan  berbagai  manfaat  bagi  mereka  dan supaya mereka  menyebut  nama  Allah  pada hari  yang  telah  ditentukan  atas rizki yang  telah  Allah  berikan  kepadanya  berupa  ternak,  maka  makanlah sebagianh  dari  hewan  (qurban)  dan  berilah  makan  olehmu  orang  yang sengsara lagi fakir. (QS. al-Hajj:28)

Dari Jubair bin Math’am dari Nabi SAW beliau bersabda: ”Semua hari Tasyriq adalah waktu penyembelihan (hewan qurban)”. ( HR. Ahmad)

1. Yang Menyembelih

Orang yang  menyembelih hewan qurban diutamakan shahibul qurban (orang yang berqurban) sendiri, sebagaimana dilakukan oleh Rasulullah SAW. Apabila  shahibul  qurban  tidak  mampu  untuk  menyembelih  sendiri  hewan qurbannya, penyembelihan bisa dilakukan (diwakilkan) oleh orang lain.

1. Tata Cara Menyembelih Hewan Qurban

Adapun cara penyembelihan hewan qurban harus memenuhi tata cara penyembelihan dan syarat-syaratnya, yaitu;

· Menggunakan alat penyembelihan yang tajam.

Diriwayatkan  dari  Syaddad  ibn  Aus  ra.  dari  Rasulullah  SAW,  beliau bersabda: Ada  dua  hal  yang  senantiasa  aku  jaga  yang  berasal  dari Rasulullah  saw.  Rasulullah  bersabda:  “Allah  memerintahkan  untuk berbuat  kebaikan  kepada  segala  sesuatu.  Apabila  kamu  membunuh, maka  baguskanlah  cara  dan  keadaan  dalam  membunuh,  dan  apabila kamu  menyembelih,  maka  baguskanlah  penyembelihannya,  dan hendaklah  menajamkan  pisaunya,  dan  menenangkan  hewan sembelihannya” (HR Muslim)

· Menghadapkan hewan ke arah kiblat

Berdasarkan hadis dari Abu Dawud:

Diriwayatkan dri Jabir bin Abdillah al-Anshary bahwa Rasulullah SAW pada hari Raya menyembelih dua kibasy, kemudian ketika beliau menghadapkan kedua kibasy tersebut beliau berdo’a;

Sesungguhnya  aku  hadapkan  wajahku  kepada  Dzat  yang  telah menciptakan  langit  dan  bumi  dengan  tulus  ikhlas  dan  menyerahkan  diri dan aku bukanlah golongan orang-orang musyrik. Sesungguhnya shalatku, pengabdianku,  hidupku  dan  matiku  adalah  untuk  Allah  Dzat  yang menguasai alam semesta.  Tidak ada sekutu bagi-Nya, dan demikian aku diperintahkan dan aku termasuk orang-orang muslim. Dengan menyebut nama Allah, Allah Maha Besar, ya Allah (qurban ini) dari-Mu dan untukMu  dan  dari  Muhammad  dan  umatnya.  Bismillahi  Allahu  Akbar. Kemudian beliau menyembelihnya.” (HR Abu Dawud)

Hewan yang hendak disembelih dihadapkan ke kiblat, yaitu pada bagian leher  yang  akan disembelih.  Karena  itulah  arah  untuk  mendekatkan  diri kepada Allah. Posisi kepala hewan yang akan disembelih boleh di sebelah utara dan boleh di sebelah selatan.

· Setelah menghadapkannya ke arah kiblat, kemudian berdo’a;

 

Doa menyembelih qurban

Sesungguhnya  aku  hadapkan  wajahku  kepada  Dzat  yang  telah menciptakan  langit  dan  bumi  dengan  tulus  ikhlas  dan  menyerahkan  diri dan aku bukanlah golongan orang-orang musyrik.Sesungguhnya shalatku, pengabdianku,  hidupku  dan  matiku  adalah  untuk  Allah  Dzat  yang menguasai alam semesta. Tidak ada sekutu bagi-Nya, dan demikian aku diperintahkan dan aku termasuk orang-orang muslim. Dengan menyebut nama Allah, Allah Maha Besar, ya Allah (qurban ini) dari-Mu dan untukMu dan dari ….(sebutkan nama shahibul qurban) (HR Abu Dawud).

· Kemudian menyembelih hewan qurban

· Memutus (memotong) tenggorokan dan dua urat nadi yang ada di leher

 

Pembagian Hewan Qurban

Penerima daging qurban

Beberapa  ayat  al-Qur’an  dan  Hadis  Nabi  menjelaskan pendistribusian qurban, yaitu;

al-Hajj (22): ayat 28 dan 36 (sebagaimana telah termaktub di atas) serta hadis riwyat al-Bukhari dan Muslim dari shahabat Ali bin Abi Thalib.

Sesungguhnya  Ali  ra  telah  mengkhabarkan  bahwa  Nabi  SAW telah memerintahkan  kepadanya  agar  ia  (Ali)  membantu  (melaksanakan  kurban) untanya  dan  agar  ia  membagikannya  seluruhnya,  dagingnya,  kulitnya,  dan pakaiannya  dan  ia  tidak  boleh  memberikan  sedikitpun  dalam  urusan  jagal. (HR al-Bukhari)

Dengan merujuk kepada ayat-ayat dan hadis tersebut, maka penerima qurban dapat dikelompokkan pada empat, yaitu;

(1). Shahibul qurban;

(2). Orang yang sengsara lagi faqir;

(3).  Orang  yang  yang  tidak  minta-minta (al-Qaani’)  maupun  yang  minta-minta (al-Mu’tar); dan

(4). Orang-orang miskin.

Hal-hal yang boleh dilakukan oleh shahibul qurban:

Berdasar  ayat-ayat al-Qur’an dan  hadis-hadis  di  atas  dapat  dipahami bahwa hal-hal yang boleh dilakukan shahibul qurban adalah;

· Memanfaatkan kulit hewan qurban

· Memberikan kepada orang yang berkecukupan

· Menyedekahkannya kepada fakir miskin

· Membagikan seluruh bagian dari  hewan qurban,  seperti daging,  kulit  dan pakaian hewan qurban (dalam hal ini unta yang memiliki pelana, sepatu, dan asesoris lainnya)

· Memakan daging qurbannya

Hal-hal yang tidak boleh dilakukan oleh shahibul qurban:

· Menjual bagian dari hewan qurban baik daging, kulit dan lainnya

· Memberikan bagian  dari  hewan  qurban  sebagai  upah  penyembelihan, tetapi boleh diberi sebagai bagian dari penerima daging qurban.

 

Sumber              : Materi Pengembangan HPT Majelis Tarjih PP Muhammadiyah

Sumber Artikel   : http://tuntunanislam.id/

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *