Selasa, 06 Januari 2026
Home/ Berita/ MEK Dorong Kemandirian Ekonomi Muhammadiyah

MEK Dorong Kemandirian Ekonomi Muhammadiyah

Bantul – Hasil Muktamar di Makassar menetapkan gerakan ekonomi dan kewirausahaan sebagai pilar ketiga dakwah Muhammadiyah. Hal Itu disampaikan oleh Muhammad Nadjikh selaku ketua Majelis Ekonomi dan Kewirausahaan (MEK) dalam sambutan pembukaan Rapat Kerja Nasional (Rakernas) MEK di gedung AR. Fachrudin Universitas Muhammadiyah (UMY) Yogyakarta, Kamis (12/5).

Nadjikh menuturkan bahwa MEK harus optimis dalam melakasanakan program yang ada diantaranya membangun kemandirian, kesejahteraan, dan keberlanjutan. Ketiga tujuan tersebut merupakan langkah untuk menuju peningkatan ekonomi warga dan Amal Usaha Muhammadiyah.

"Melalui gerakan Jaringan Saudagar Muhammadiyah (JSM) ini merupakan salah satu usaha kreatif menjadi kekuatan baru untuk mengembangkan dan memajukan perekonomian persyarikatan,"kata Nadjikh.

MEK harus kembali unggul

Sementara itu, Ketua Pimpinan Pusat Muhammadiyah Anwar Abbas  saat memberikan arahan pada Rakernas tersebut mengatakan bahwa Muhammadiyah masih dininabobokan dengan slogan masa lalu, di mana Muhammadiyah masih menganggap unggul pada semua lini. Padahal realitasnya sekarang justru Muhammadiyah tidak unggul pada segela lini.

Menurutnya, Muhammadiyah terlalu berani menjustifikasi bahwa Muhammadiyah masih diperhitungkan. "Maka dari itu menurut saya ,kita sekarang tidak pernah diperhitungkan.  Hanya kita saja yang menganggap kalau kita diperhitungkan," tuturnya.

Anwar mengharapkan kepengurusan MEK PP Muhammadiyah periode 2015-2020 selayaknya tidak terlalu banyak diskusi tapi lebih cenderung banyak bekerja.

Diakhir arahannya, Anwar menginginkan dalam kepengelolaan Amal Usaha dan Bisnis  yang dimiliki persyarikatan benar-benar dikelola dan dipimpin  oleh orang-orang yang amanah, yakni memiliki kredibelitas di bidangnya, sehingga Muhammadiyah bisa kembali unggul

Reporter: Indra dan Arif

Redaktur: Lutsfi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *