MUHAMMADIYAH.OR.ID. JAKARTA -- Ketua Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Hajryanto Y Thohari memaparkan, masyarakat Indonesia hidup di wilayah potensial bencana alam. Yakni, bencana tersebut dapat terjadi kapan saja.
Maka, kata dia, kesiapsiagaan rumah sakit dalam memberikan pertolongan kepada korban bencana alam atau disaster menjadi sangat penting.“Demi terwujudnya rumah sakit siaga bencana, maka MDMC (Muhammadiyah Disaster Management Center) siap kerjasama dengan semua rumah sakit,” ujar Hajriyanto dalam sambutannya di Seminar dan Lokakarya Nasional, di Gedung Nusantara V, Komplek DPR/MPR RI, Jakarta, Kamis (1/9).
MDMC, pada kegiatan ini, menurut Hajriyanto, akan memperluas pelatihan kesiapsiagaan bencana bagi rumah sakit-rumah sakit lainnya di Indonesia. Menurut data yang ia peroleh, pelatihan yang dilakukan oleh MDMC sudah sampai ke Bima, Nusa Tenggara Barat dan Palangkaraya, Kalimantan Tengah.
“Selain itu MDMC akan selalu memperlengkap modulnya,” kata mantan Wakil Ketua MPR RI itu.
Hajriyanto menjelaskan, MDMC adalah lembaga yang melanjutkan perwujudan semangat kepenolongan yang sejak awal menjadi salah satu identitas Muhammadiyah selain pendidikan. Ia menambahkan, semangat kepenolongan tersebut sudah diinstitusionalkan dalam bentuk Penolong Kesengsaraan Oemat (PKO) yang sekarang dikenal dengan nama PembinaKesehatan Umum (PKU).
“MDMC memegang peran yang sangat sentral dan signifikan dalam upaya memelihara, menjaga dan mengembangkan spirit PKO,” katanya.
Hajriyanto menambahkan, sebetulnya, semangat PKO yang dilakukan oleh MDMC merupakan semangat yang sangat tinggi. Selain itu semangat tersebut merupakan kegiatan konsentrasi Muhammadiyah yang paling asli dan otentik.
Ia juga menuturkan, pemerintah akan sangat tepat bila menyiapkan anggaran bagi pelatihan rumah sakit yang akan dilakukan oleh MDMC dan mitra-mitranya seperti Badan Nasional Penanggulangan Bencana.
Kontributor: Fathurrahman
Redaktur: Ridlo Abdillah
Nasional